Uthys's Blog

Makna Hari Valentine Menurut Islam

Posted on: 14 Februari 2012

Valentine menjadi istilah yang akrab dan populer disebutkan untuk momentum setiap tanggal 14 Februari. Momentum ini menyimpan nilai tersendiri bagi mereka yang merayakannya. Sehingga tak jarang 14 Februari diaktualisasikan sebagai sebuah perayaan khusus disetiap tahunnya. Dimulai dengan mengemas sebuah kado istimewa, melayangkan ucapan happy-valentine, hingga mengadakan perayaan besar bak sebuah resepsi pernikahan. Hal ini dinilai wajar untuk sebuah momentum yang di istimewakan.

Namun demikian, kewajaran perayaan valentine menjadi polemik, bahkan mengundang perbincangan hangat, saat Islam turut ambil bagian untuk mengistimewakan perayaan ini. Valentine yang diyakini sebagai budaya yang lahir dari agama Kristen telah melibatkan sebahagian besar remaja Islam untuk merayakannya. Hal ini dinilai salah sehingga melahirkan klaim “haram” bagi umat Islam yang merayakannya.
Ironisnya, banyak pemeluk Islam (khususnya remaja) yang larut pada peran valentine dan dalam masyarakat Islam pada umumnya. Apakah dikarenakan doktrin tersebut merupakan sebuah ajaran baru yang kurang memiliki kejelasan hukum sebagaimana persoalan kehidupan lainnya, jelasnya fatwa haram terhadap perayaan valentine agaknya kurang memiliki “makna generik” yang pada akhirnya menjadikan fatwa tersebut kurang di indahkan.
Maksud dari uraian di atas adalah, di dalam Islam tidak ada valentine, sebab kata valentine itu merupakan istilah impor dari agama di luar Islam. Bahkan latar belakang sejarah dan esensinya pun tidak sejalan dengan Islam. Namun, apabila valentine merupakan suatu alasan dari perwujudan dalam mengungkapkan kasih sayang, sudah tentu Islam merupakan ”gudang” nya kasih sayang. Tidak sebatas pada orang-orang terkasih saja, bahkan kasih sayang kepada semua orang. Bahkan hewan pun termasuk yang mendapatkan kasih sayang.
Kasih sayang kepada orang terkasih pun ada di dalam Islam, bahkan menyayangi pasangan di nilai sebagai ibadah. Ketika seorang wanita memberikan seluruh cintanya kepada laki-laki yang dicintainya, maka Allah pun mencurahkan kasih sayang-Nya kepada wanita itu. Hal yang sama berlaku sebaliknya. Namun, kasih sayang antara dua insan di dalam Islam hanya terjadi dan dibenarkan dalam ikatan yang kuat, yaitu sebuah ikatan suami istri. Sehingga, pasangan mesra di luar nikah tidak lain hanyalah cinta sesaat, bahkan bukan cinta melainkan birahi dan libido semata yang berkedok kata cinta.
Maka penyimpulannya adalah, bahwa perayaan valentine tidak ada landasan yang kongkrit dan argumentatif untuk menyanggah kebenarannya secara syariah islam. Karena, kasih sayang bukan dirayakan tetapi di realisasikan, baik dari segi sosial maupun moralitasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Februari 2012
S S R K J S M
« Jun   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Arsip

Kategori

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 146,342 hits
free counters

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: